0 0
0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Nama memiliki makna yang begitu mendalam, bahkan dalam suku tertentu ketika hendak memberikan nama kepada sang anak dilakukan ritual. Karena itulah, nama menjadi begitu penting sehingga setiap orang perlu untuk menjaganya dan tidak seenaknya saja bisa mengubahnya.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda memiliki sejarah yang panjang dari nama Anda?

Jika ya, tentu kami paham hal ini, itu karena nama begitu penting sampai-sampai setiap orang yang hendak menulisnya harus berhati-hati agar tidak terjadi kekeliruan.

Oke, gak masalah. Yang jelas, nama bukanlah hanya sekedar nama melainkan memiliki nilai yang begitu kuat. Dalam memilih nama, kita pun sebaiknya cermat serta berhati-hati, kalau-kalau makna dari nama tersebut terlalu berat atau bahkah tidak dimengerti si empunya nama.

Haha, jadi lucu juga ya kalau nama ini diuraikan lebih jauh, mengingat hal ini sangatlah penting jadi mari kita sedikit masuk lebih dalam.

Doa dan Harapan

Nama diibaratkan sebagai doa, harapan ataupun indentitas. Hal ini melekat pada si empunya nama, bahkan tak jarang nama menggambarkan karakter seseorang si empunya nama.

Bagi seorang anak, nama diberikan oleh orang tua, sudah tentu orang tua memiliki harapan yang baik kepada sang anak dimasa depannya. Jika boleh kita rangkum, nama adalah ungkapan doa dan harapan untuk masa depan sang anak.

Jika bagi suku dan kalangan tertentu, nama adalah identitas nenek moyang berupa marga, maka dengan menyandang nama tersebut si empu nama sudah diketahui berasal dari kalangan mana dan mungkin juga sudah diketahui asal usulnya.

Label dan Identitas

Nama banyak punya dianggap sebagai label hingga idenditas yang memiliki pengaruh besar terhadap popularitas si empunya nama.

Mengutip dari wikipedia, Nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada benda, manusia, tempat, produk (misalnya merek produk) dan bahkan gagasan atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain.

Nama dapat dipakai untuk mengenali sekelompok atau hanya sebuah benda dalam konteks yang unik mapun yang diberikan.

Dalam Alkitab, nama sering merupakan METAFORIS untuk sifat, kedudukan, reputasi, pekerjaan seseorang, misalnya “di dalam namaku” berarti “karena aku adalah”. Demikian pula dengan nama-nama Allah. Nama dalam Alkitab juga bisa menunjuk kepada keturunan atau pengikut seseorang, misalnya pengikut Kristus disebut Kristen.

Baca: Arti Nama Abigail Dalam Alkitab.

Dari sini jelas bahwa nama bertujuan agar memudahkan untuk dikenali seseorang, sekelompok orang, produk tempat ataupun konsep/ide. Dan dapat dikatakan bahwa nama jauh lebih kompleks dan tidak sebatas sebutan melainkan identitas.

Tempat misalnya, jika namanya sudah sangat familiar maka ketika orang lain menyebutnya di tempat lain, maka mereka sudah bisa membayangkan (berimajinasi).

Contoh, ketika saya menyebut nama “Bali” maka orang-orang akan tahu bahwa itu adalah pulau yang indah, banyak turis berkunjung untuk mengunjungi tempat wisata yang eksotis dan menarik untuk dijelajahi.

Berikutnya, jika saya menyebut nama “Kuntilanak” maka orang-orang akan membayangkan seorang hantu perempuan yang seram, memakai baju putih, memiliki gigi taring dan jika tertawa akan sangat menyeramkan, bukan begitu?

Contoh lain lagi, ketika saya menyebutkan “Bung Karno” maka sebagai orang Indonesia kita tentu sudah tahu bahwa dialah sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia.

Nah, dari sini anda tentu sudah memiliki gambaran yang semakin jelas tentang nama dan saya yakin sudah semakin banyak referensinya tentang nama ini, semoga!!!

Kesimpulan

Sesunguhnya nama adalah identitas atau label yang memudahkan orang untuk mengingat serta membayangkan (berimajinasi) dan mengenali cirinya. Dengan begitu, kita jadi lebih paham, karena itu bukan lagi sekedar NAMA.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *