Halo sobat tekno, kali ini kita akan mengulik perbedaan antara ketika sarana berbelanja online yaitu e-commerce, marketplace dan online shop (toko online). Semuanya udah pada tahu belum perbedaannya, apa saja cirinya?

Buat yang belum tahu, berikut kami akan ketengahkan untuk Anda biar gak salah sebut dan maksudnya dipahami ya gan. Jujur, saya gak bermaksud menggurui, hanya sekedar share informasi aja nih…boleh kan?

lanjut…

Masih banyak orang yang sering keliru membedakan antara e-commerce, marketplace dan toko online.

Beberapa sering menyebut e-commerce sebagai marketplace, dan sebaliknya.

Apakah Anda salah satu dari mereka yang masih “bingung” dengan ketiga istilah ini?

Jangan khawatir, karena dalam artikel ini saya akan membahas sepenuhnya perbedaan dalam e-commerce, marketplace dan toko online.

Harap baca dengan cermat sehingga Anda tidak lagi membedakan antara ketiganya.

Dan juga nanti jika ada teman Anda yang salah, maka Anda bisa memberi tahu mereka.

Pengertian E-Commerce

E-Commerce adalah singkatan dari elektronic commerce, yang berarti bahwa dalam bahasa Indonesia adalah perdagangan elektronik.

E-Commerce sering disalahpahami sebagai marketplace.

Padahal, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda.
E-Commerce hanya menjual barang-barang yang merupakan milik perusahaan e-commerce itu sendiri.

Semua transaksi di situs web e-commerce ditangani langsung oleh pemilik situs web.

Namun terkadang ada juga yang menggunakan pembayaran gateway jika jumlah transaksinya sangat besar.

Contoh-contoh e-commerce:

ugmonk.com
linktonk.org
adidas.co.id

Definisi Marketplace

Marketplace adalah situs web yang menyatukan pembeli dan penjual.
Penjual dalam hal ini adalah orang yang bergabung dengan situs ini dan menjual barang dagangan mereka.

Baca Juga:  Definisi Startup: Sejarah dan Perkembangan dan Contoh Perusahaan Startup

Sedangkan pembeli adalah orang yang mencari barang di situs.

Fungsi pasar adalah sebagai pihak ketiga yang menjembatani antara penjual dan pembeli.

Uang yang dibayarkan oleh pembeli tidak akan langsung masuk ke akun penjual, tetapi akan dipegang pertama di akun pasar.

Setelah barang sampai di pembeli, dana akan segera diberikan.
Jadi perbedaan utama antara e-commerce dan pasar adalah dari sistem dan siapa yang menjual.

Marketplace tidak menjual barang, mereka yang menjual barang adalah penjual terafiliasi.

Sedangkan e-commerce menjual barang sendiri langsung ke pembeli.

contoh marketplace:

tokopedia.com
bukalapak.com
blibli.com

Toko online/Online Shop Adalah

Seperti namanya, toko online berarti toko online.

Yaitu toko yang menjual barang atau jasa yang berjualan secara online.

Perbedaan antara toko online dan e-commerce adalah dari penjualan media.

Jika e-commerce menggunakan situs web, toko online dapat menggunakan apa saja di internet.

Mulai dari media sosial seperti Instagram dan Faceboo, hingga blog seperti WordPress dan Blogspot.

Toko Online biasanya dikelola oleh perorangan atau UKM yang masih dalam tahap pengembangan.

Sebagai Penjual, Mana Yang Lebih Baik, Menjual di E-Commerce, Pasar atau Toko Online?
Mungkin ada teman-teman dari Androbuntu yang mengejar bisnis ini, yang berjualan secara online.

Setelah membaca penjelasan di atas, Anda mungkin mulai bertanya-tanya “mana yang lebih baik untuk dijual? Di e-commerce, pasar, atau toko online?”.

Jawabannya, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk.

Setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kekuatan dan Kelemahan E-Commerce

Keuntungan utama menjual di e-commerce atau situs web itu sendiri adalah branding.

Anda dapat mengelola semua komponen situs web sesuai dengan merek yang Anda kembangkan.

Baca Juga:  Definisi Teknologi CGI Adalah: Tujuan, Aplikasi dan Contoh Penerapan CGI pada FILM

Misalnya Anda memiliki produk sepatu, maka Anda dapat mengembangkan tampilan web e-commerce Anda menjadi sama dengan merek sepatu yang Anda jual.

Anda tidak dapat melakukan ini jika Anda menjual di media sosial atau pasar.

Selain itu, uang dari pembeli juga akan langsung masuk ke akun Anda tanpa perlu memasukkan akun pasar terlebih dahulu.

Kekurangan e-commerce adalah Anda harus mengembangkan situs web sendiri.

Beli domain dan hosting Anda sendiri, lalu beli templat situs web Anda sendiri.

Jika ada lebih banyak uang Anda mungkin dapat menyewa layanan dari pengembang web, tetapi tentu saja harganya tidak murah.

Kekuatan dan Kelemahan Marketplace

Menjual di marketplace memiliki kelebihan dalam hal lalu lintas yang sudah tinggi.

Pasar atau marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak memiliki traffic tinggi.

Jika Anda mengembangkan situs e-commerce Anda sendiri, Anda harus meningkatkan lalu lintas dengan SEO atau SEM.

Akan sangat melelahkan jika Anda belum menguasainya.

Di pasar, fokus Anda adalah menjual barang, masalah lalu lintas yang tidak perlu Anda pikirkan.

Orang-orang datang ke pasar sendirian.

Apalagi pasar yang besar biasanya rajin beriklan di TV atau media online.

Kurangnya pasar adalah uang dari penjual yang tidak langsung masuk ke akun Anda.

Uang baru akan masuk jika barang yang Anda kirim telah sampai di tangan pembeli.

Kekuatan dan Kelemahan Online Shop

Toko online sangat cocok untuk Anda yang hanya ingin berjualan secara online.

Anda dapat menggunakan media sosial untuk menjual.

Ada banyak pembeli potensial di sana.

Selama Anda memiliki kepekaan dalam membaca pasar, barang yang Anda jual pasti akan laku.

Keuntungan dari toko online dibandingkan dengan e-commerce adalah harganya lebih murah.

Baca Juga:  Apa Perbedaan Teknologi Analog dan Teknologi Digital?

Anda tidak perlu membeli server dan domain untuk membuat situs web.

Namun kekurangannya Anda harus rajin berpromosi agar toko online Anda dilirik oleh calon pembeli.

2 thoughts on “Apa Sih Perbedaan E-Commerce, Marketplace dan Online Shop”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *